Iklan Jajanan

Iklan Jajanan

WORKSHOP KEAMANAN PANGAN DAN PENGOBATAN GRATIS OLEH TIM KKN T-POSDAYA SOLID "8" TELAH SUKSES

Workshop Keamanan Pangan dan Pengobatan Gratis di laksanakan pada hari Rabu, 13 Agustus 2014 bersama tim Layanan Luar Gedung (LLG) dan Dokter dari Rumah Sehat BAZNAS PGN AL - CHUSNAINI SIDOARJO berjalan lancar mulai pukul 08:30 hingga selesai acara.

PENYERAHAN APRESIASI KEPADA LEMBAGA RUMAH SEHAT BAZNAS PGN AL-CHUSNAINI SIDOARJO DIWAKILI OLEH IBU ISNAINI RODIYAH SELAKU DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN KKN UMSIDA.

Acara Workshop Keamanan Pangan dan Pengobatan Gratis semakin meriah atas apresiasi yang diberikan oleh tim KKN T - POSDAYA SOLID "8" kepada Rumah Sehat BAZNAS di wakili oleh Ibu Dra. Isnaini Rodiyah, M. Si selaku DPL dalam KKN T - POSDAYA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO.

PENYERAHAN APRESIASI KEPADA KEPALA SEKOLAH SDN KEPADANGAN II DIWAKILI OLEH IBU ISNAINI RODIYAH SELAKU DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN KKN UMSIDA

Pihak Kepala Sekolah sebagai wakil dari SDN Kepadangan II menerima apresiasi penghargaan dari tim KKN T - POSDAYA SOLID "8" UMSIDA karena telah menyambut kami mulai dari awal perijinan hingga program selesai serta penyediaan tempat untuk acara Workshop KKN T - POSDAYA SOLID "8" Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

WORKSHOP KEAMANAN PANGAN DAN PENGOBATAN GRATIS OLEH TIM KKN T-POSDAYA SOLID "8" UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

Rabu, 13 Agustus 2014 Acara Workshop Keamanan Pangan dan Pengobatan Gratis berjalan lancar berkat usaha dari tim KKN T - POSDAYA SOLI "8" UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO.

BAPAK IBU DEWAN GURU, WALI MURID, SISWA SISWI DAN PENJUAL SEBAGAI PESERTA WORKSHOP OLEH KKN T-POSDAYA SOLID "8"

Sasaran dan target acara Workshop Keamanan Pangan dan Pengobatan Gratis terdiri dari Bapak Ibu Dewan Guru SDN Kepadangan II, Wali Murid, Siswa - siswi Sdn Kepadangan II dan Para Penjual Jajanan Pangan.

LOKASI AWAL PEMBUATAN POSDAYA OLEH TIM KKN T-POSDAYA SOLID "8" UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI SARANA PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN DALAM BENTUK PERPUSTAKAAN DAN UKS

Pihak Kepala Sekolah memberikan ruangan kosong tidak terpakai untuk dijadikan sebagai POSDAYA Penyuluhan Tim KKN T - POSDAYA SOLID "8" Keamanan Pangan kepada siswa - siswi SDN Kepadangan II

LOKASI AWAL PEMBUATAN KANTIN SEHAT OLEH TIM KKN T-POSDAYA SOLID "8" DI SDN KEPADANGAN II

Awal kunjungan ke SDN Kepadangan II belum ada kantin, tim KKN T-POSDAYA SOLID "8" survey lokasi pembuatan Kantin Sehat di Sekolah SDN Kepadangan II

BERKUMPUL BERSAMA DENGAN BANNER KEBANGGAAN TIM KKN T-POSDAYA SOLID "8" UMSIDA

Kekompakkan kami bersama Banner dari Tim KKN T-POSDAYA SOLID "8" UMSIDA terasa bersatu paduh dan menyatuh dalam jiwa masing - masing anggota KKN T-POSDAYA SOLID "8" UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO. Banner itu selalu ada ketika kita melaksanakan kegiatan - kegiatan KKN T-POSDAYA SOLID "8".

OBSERVASI PEMBUATAN JAJANAN CIRENG DAN PEMBERIAN SARUNG TANGAN GRATIS OLEH TIM KKN T-POSDAYA SOLID "8" KE PEMBUAT JAJANAN

Kegiatan - kegiatan observasi serta pemberian sarung tangan secara gratis ke pembuat Jajanan Cireng yang merupakan salah satu Jajanan di lingkungan SDN Kepadangan II.


Tampilkan postingan dengan label All. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

11 / 08 / 2014 K1 : KEGIATAN PERSIAPAN PENYAMBUTAN BAZNAS (MALAM HARI) GUNA ACARA WORKSHOP


KEGIATAN PERSIAPAN PENYAMBUTAN BAZNAS MALAM HARI
OLEH ANGGOTA KKN SOLID "8"
GUNA ACARA WORKSHOP KEAMANAN PANGAN DAN PENGOBATAN GRATIS


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, 4 anak putri anggota KKN SOLID 8 sudah melaksanakan persiapan penyambutan BAZNAS pada pagi harinya. Sekarang giliran saya, Achmad Yunus, Alvian Haq Malikul Mulki, Dwi Safitri, Arif Rahman Hakim, Sugeng Widodo dan Linda Wulandari untuk melaksanakan kegiatan lanjutan persiapan penyambutan BAZNAS yang di mulai pukul 18:00 - 22:00 pada malam hari selama kurang lebih 2 hari.

Kegiatan kami pun tidak lepas dari peran Pak Yusuf selaku petugas kebersihan SDN KEPADANGAN II dan salah satu guru SDN KEPADANGAN II Bu Tina untuk membantu kelancaran persiapan kami buat acara tanggal 13 Agustus 2014 mendatang...

                                                                                Saya pun sebagai Kordes Kelompok 8 datang malam hari untuk kerja bakti persiapan menyambut BAZNAS..

Sebelumnya sore harinya saya sudah mempersiapkan alat - alat apa saja yang di perlukan guna untuk kegiatan WORKSHOP tanggal 13 Agustus mendatang,,....                                                                                                                                                                   


Bangku kursi pun di tata dengan rapi...
Rencana undangan workshop di peruntukkan untuk wali murid, guru dan siswa - siswi SDN Kepadangan II dan para penjual jajanan di sekitar Sekolah SDN Kepadangan II...







   
Fadil pun salah satu anggota dari Kelompok lain ikut membantu saya untuk mempersiapkan karpet guna sebagai tempat pembawa materi, tim LLG (Layanan Luar Gedung), Kepala Sekolah dan Kordes dari kelompok 8 KKN TEMATIK POSDAYA SOLID "8" Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.                                                                                


Bu Tina salah satu Ibu Guru dari kelas 5 SDN KEPADANGAN II pun ikut membantu Linda Wulandari salah satu anggota KKN POSDAYA SOLID "8" untuk menata ruang dan menata peralatan - peralatan yang di perlukan dalam acara penyambutan BAZNAS pada tanggal 13 Agustus 2014...

Saya, Fadil dan Linda pun semangat dan tidak menyerah untuk menghadapi acara yang pertama kali kami adakan di Lingkungan Sekolah ini...






Semangat ya teman ...............

Buat Kak Fadil... Terima Kasih telah membantu kelompok kami dalam mempersiapkan acara ini...

Bocoran sedikit ya teman... Ternyata kak Fadil mempunyai hubungan yang lebih dari teman dengan Kak Linda Wulandari anggota KKN SOLID looohh....................


Hehehe... Jadi ikutan Kepo dan repot nih Kakak kakaknya................ 




GALERI LAIN - LAIN TERKAIT KEGIATAN DI ATAS :







Senin, 01 September 2014

12 / 08 / 2014 K1 : KEGIATAN LANJUTAN PERSIAPAN PENYAMBUTAN LEMBAGA RUMAH SEHAT BAZNAS AL CHUSNAINI SIDOARJO


KEGIATAN LANJUTAN PERSIAPAN PENYAMBUTAN LEMBAGA RUMAH SEHAT BAZNAS PGN AL - CHUSNAINI SIDOARJO
OLEH KKN SOLID "8"


12 / 08 / 2014 Seperti biasanya.... Saya sebagai Kordes selalu menuliskan pesan yang saya titipkan ke ibu saya untuk pagi harinya di ambil teman teman KKN dirumah saya, di serahkan ibu saya ke teman - teman saya guna untuk kegiatan persiapan penyambutan BAZNAS.... 

Layaknya acara Seminar pada umunya, teringat upacara pelepasan KKN Reguler dan Non Reguler di Aula SMAMDA pada tanggal 06 Agustus 2014. Saya teringat bahwa selalu di acara seminar di nyanyikan lagu wajib Indonesia Raya...

Evi Dwi Setiorini selaku anggota KKN POSDAYA SOLID "8" bergegas menuju ke tempat pembakaran VCD guna untuk lagu instrumen INDONESIA RAYA yang akan dinyanyikan bersama pada saat acara WORKSHOP KEAMANAN PANGAN DAN PENGOBATAN GRATIS..

Kaset pun jadi... Selasa, 12 Agustus 2014 saya berpesan kepada anggota - anggota teman teman saya untuk melatih seluruh siswa - siswi kelas 5 dan 6 menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan menggunakan instrumen yang sebelumnya di sekolah tidak pernah menggunakan instrumen...

Kegiatan pun lancar dari pukul 08:30 - 10:00.. Yang kebetulan pada hari itu jam pelajaran kosong karena ada acara Halal Bihalal untuk seluruh guru di Dinas Pendidikan yang berlokasi di SDN KEPADANGAN II juga...



Kak Lailatul Maghfiro lucu sekali ya adik - adik ekspresinya melatih adik - adik menyanyikan lagu Indonesia Raya..... 




Sementara itu Evi Dwi Setiorini melanjutkan tugas untuk membagi semua undangan ke siswa - siswi SDN Kepadangan II untuk kemudian diserahkan ke orangtua masing - masing...

Undangan di bagikan secara serentak dua hari sebelum acara dimulai...

                                                                                         



Lailatul Maghfiro selaku Bendahara dari Tim KKN T-POSDAYA SOLID "8" UMSIDA memberikan nasehat kepada anak - anak siswa - siswi Sekolah Dasar yang merupaka peserta workshop untuk mematuhi peraturan kedisiplinan dalam menyambut acara Wokshop Keamanan Pangan dan Pengobatan Gratis.



Sementara itu, Evi Dwi Setyorini, Erna Ayu Ningsih dan Taswi Setiorini mendapatkan tugas untukmembagikan undangan ke siswa - siswi SDN Kepadangan II guna diserahkan ke orangtua masing - masing murid.

Dalam hal ini jelas bahwa target dalam acara Workshop Tim KKN T-POSDAYA SOLID "8" UMSIDA adalah murid, wali murid, guru dan penjual jajanan pangan.

                                                            Antusias anak - anak Sekolah Dasar untuk menyambut acara Workshop Keamanan Pangan dan Pengobatan Gratis yang diadakan oleh kakak - kakak Tim KKN T-POSDAYA SOLID "8" terlihat dari ekspresi mereka.

Mereka semua merasa sangat siap menjadi peserta workshop yang disiplin dan sopan terhadap acara yang kami adakan. Kami merasa sangat bangga.                                                                                                                  


11 / 08 / 2014 K1 : KEGIATAN PERSIAPAN PENYAMBUTAN BAZNAS (TEMPAT, ALAT, PENATAAN MEJA, SERTA KEBERSIHAN RUANGAN UNTUK WORKSHOP)



KEGIATAN PERSIAPAN PENYAMBUTAN BAZNAS
 (PERSIAPAN RUANG ACARA, TEMPAT PENGOBATAN DAN PEMERIKSAAN, PENATAAN MEJA, SERTA KEBERSIHAN RUANGAN)
OLEH KKN TEMATIK POSDAYA SOLID "8"


10 / 08 / 2014 Minggu, sore hari pukul 15:00 Kordes menginformasikan kepada teman - teman anggota KKN SOLID agar pada hari Senin besok segera mempersiapkan dan menghubungi pihak sekolah guna persiapan penyambutan Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Pembagian tugas pun di mulai dan diatur sesuai shift kerja masing - masing... Kebetulan ada 4 anggota yang terdiri dari Erna Ayu Ningsih, Lailatul Maghfiro, Taswi Setiorini dan Evi Dwi Setyorini yang bisa melaksanakan persiapan pada pagi harinya di sekolah....

11 / 08 / 2014 Jam pun menunjukkan pukul 08:00... Ke empat putri anggota KKN POSDAYA SOLID pun bersiap - siap bergegas menuju ke sekolah guna persiapan tempat untuk penyambutan BAZNAS dan acara WORKSHOP KEAMANAN PANGAN dan PENGOBATAN SERTA PEMERIKSAAN GRATIS yang akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 Agustus 2014.



Seperti pada kegiatan belajar mengajar pada umumnya, anggota KKN kami baru bisa mendapatkan ijin membedah ruangan untuk acara setelah jam pelajaran anak - anak Sekolah Dasar telah usai...

Kegiatan pun berlangsung pukul 10:30 - 12:00 padahal kami sudah tiba di sekolah pukul 08:00 dengan semangat yang tinggi yang mendorong keinginan diri bahwa acara kami kelak akan lancar dan sukses... Amin....

Semangatttt Lanjuuuttt Besok....!!!!

09 / 08 / 2014 K1 : RAPAT PERSIAPAN PENYAMBUTAN LEMBAGA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS)


RAPAT PERSIAPAN PENYAMBUTAN LEMBAGA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) OLEH KKN TEMATIK POSDAYA SOLID "8"
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO DI PAZKUL KAHURIPAN NIRWANA



Sabtu, 09 Agustus 2014 paginya saya sebagai kordes menginformasikan kepada seluruh anggota KKN TEMATIK POSDAYA SOLID "8" untuk mewndiskusikan guna persiapan penyambutan Lembada Badan Amil Zakat Nasional di acara yang akan di selenggarakan pada hari Rabu, 13 Agustus 2014...

Rapat yang dimulai pukul 18:00 - 22:00 berjalan lancar tanpa hambatan.... Rapat yang berisikan tentang hal - hal apa saja yang perlu di persiapkan guna untuk penyambutan BAZNAS guna Acara Workshop tanggal 13 Agustus 2014...


Foto bersama pun kita lakukan guna mengabadikan moment yang akan kami hadapi untuk penyambutan acara pertama yang kami adakan pertama kalinya juga...



KKN SOLID "8"... Semangat... Jangan Ragu untuk acara Workshop kita .........!!!!!!!!!!!!!

06 / 08 / 2014 UPACARA PELEPASAN KKN REGULER DAN NON REGULER DI AULA SMAMDA BERSAMA BAPAK BUPATI SIDOARJO



UPACARA PELEPASAN KKN REGULER DAN NON REGULER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO MENDAPAT RESPON BAIK OLEH 
BAPAK H. SAIFUL ILAH SELAKU
BAPAK BUPATI SIDOARJO DI AULA SMAMDA


Rabu, 06 Agustus 2014 Pelaksanaan Upacara Pelepasan KKN Reguler dan Non Reguler pun dimulai.... Acara tersebut mendapat respon baik dari Bapak Saiful Ilah selaku Bapak Bupati Sidoarjo...

Acara yang di hadiri oleh seluruh Mahasiswa UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO dari berbagai fakultas berjalan lancar sesuai dengan rencana.

Antusias Mahasiswa pun semakin menjadi ketika mendapatkan kedatangan Bapak Saiful Ilah selaku Bapak Bupati Sidoarjo...

Kami seluruh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo merasa sangat bangga karena kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini mendapatkan respon baik oleh Bapak Bupati, Rektor UMSIDA dan Masyarakat Sasaran KKN TEMATIK POSDAYA UMSIDA 2014.



Anggota KKN TEMATIK POSDAYA SOLID "8" pun ikut hadir dalam acara upacara pelepasan KKN REGULER DAN NON REGULER yang di adakan di aula SMAMDA tersebut...


Kami merasa sangat bangga memakai topi dan jaket POSDAYA TEMATIK...

Kami sebagai anggota KKN TEMATIK POSDAYA SOLID dari Kelompok 8 mengucapkan puji syukur Alhamduliilahirobbil Alamin karena berkat kedatangan seluruh Mahasiswa UMSIDA..  upacara PELEPASAN ini berjalan lancar dari pukul 08:30 - 10:50..

Salam Semangat KKN SOLID "8"!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 

Sabtu, 09 Agustus 2014

ARTIKEL TIPS MEMILIH JAJANAN SEHAT




TIPS MEMILIH JAJANAN SEHAT



Membiasakan balita jajan sangat tidak sehat. Belum lagi intaian penyakit yang mengancam balita bisa saja melalui jajanan di sekolah. Tidak harus stop jajan sama sekali, tapi ajari balita memilih jajanan yang sehat.


  1. Jelaskan pada anak untuk menghindari jajanan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Contohnya jajanan yang manis dan berwarna menyolok, seperti sirup merah atau oranye, permen, es, dan kue mengandung bahan pengawet dan pewarna yang berbahaya bagi tubuh.
  2. Beri tahu balita tempat jajan yang sehat dilihat dari sudut pandang kebersihan tempat, jenis-jenis menu sehat. Misalnya, pilih menu yang mengandung bahan sayuran.
  3. Beri contoh memilih makanan yang sehat di pasar swalayan dengan melihat label informasi tanggal kadaluwarsa, kandungan bahan dan gizi, nomor pendaftaran resmi produk, dan memeriksa kualitas kemasan.
  4. Saat mendampingi anak menonton aneka jenis iklan makanan dan minuman di TV, beri pengertian bahwa yang dilihatnya belum tentu baik muntuk kesehatan tubuhnya.

ARTIKEL JAJANAN TIDAK SEHAT MEMICUH KANKER

Jajanan Sekolah Tak Sehat Bisa Picuh Kangker

Jajanan dan anak sekolah adalah hal yang sulit dipisahkan. Hal ini juga didukung bukti berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BPOM, di mana lebih dari 90 persen anak sekolah jajan saat berada di sekoleh untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Yang patut disayangkan adalah tidak semua pangan jajanan memenuhi kriteria ‘aman’ untuk dikonsumsi sehingga berpotensi memicu datangnya penyakit pada si anak.
Risiko penyakit pada jajanan yang tidak sehat
Risiko terkena diare dan keracunan makanan adalah hal yang sering menghantui para orang tua terhadap anak-anaknya yang suka jajan di sekolah. Risiko tersebut mungkin masih tergolong ‘ringan’ mengingat jajanan yang tidak aman juga bisa mendatangkan penyakit serius lainnya seperti kanker yang mungkin akan muncul di kemudian hari.
Roy Sparingga, kepala BPOM mengatakan bahwa pangan jajanan yang tidak aman cenderung mengandung bahan tambahan pangan berlebih seperti penyedap, pewarna, pengawet, dan bahan kimia berbahaya lainnya. Bahan-bahan tersebut bersifat karsinogenik yang jika dikonsumsi dalam waktu jangka panjang, akan berakumulasi di dalam tubuh dan pada akhirnya akan menyebabkan datangnya penyakit. Hal ini ia sampaikan dalam Gebyar Aksi Nasional PJAS pada hari Sabtu (8/2/2014), seperti yang dilansir dari Kompas pada tanggal yang sama.
Sebagai informasi, Karsinogenik bersifat mengendap dan merusak dari suatu zat. Adapun zat-zat karsinogen dapat menyebabkan kanker dengan cara mengubah DNA yang ada di dalam sel-sel tubuh. Hal ini bisa mengganggu berbagai proses biologis yang terjadi di dalam tubuh.
Maka dari itu, Roy menegaskan agar selalu waspada terhadap pangan jajanan yang dipilih. Ketika ingin membeli jajanan, pastikan untuk selalu membelinya di tempat yang higienis, bersih, dan jauh dari paparan asap kendaraan. Selain itu, pastikan pula untuk tidak tergiur dengan makanan berwarna yang terlalu mencolok dan terlalu keras atau kenyal.
Di waktu yang berbeda, Soehartati Gondhowiardjo, pakar onkologi radiasi dari FKUI RSCM mengatakan bahwa untuk mencegah kanker, salah satu cara terbaik adalah dengan menghindari berbagai macam makanan yang mengandung penyedap rasa, pewarna, dan pengawet. Sebaliknya, perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayur, serta ikan laut. Ia menjelaskan bahwa buah dan sayur mengandung serat yang dapat menyehatkan sistem pencernaan. Buah dan sayur juga mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel yang sehat.
via Kompas Health | image : depoknews.com


ARTIKEL JAJANAN TAK SEHAT RACUN PEMBUNUH ANAK

JAJANAN TAK SEHAT = RACUN PEMBUNUH ANAK

Miris ketika saya membaca artikel seputar jajanan pangan anak sekolah. Jajanan berupa makanan dan minuman banyak yang telah tercemar zat kimia dan berbahaya bagi kesehatan anak. BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan) banyak menemukan kasus-kasus dari temuan hasil penelitian terhadap jajanan pangan anak sekolah. Namun ironisnya, hingga saat ini masih banyak jajanan anak sekolah yang berbahaya dijual di lngkungan sekolah.
Jajanan yang dijual di sekolah terutama yang dijual di pinggir jalan mayoritas jauh dari higenis.Faktor kebersihan kurang dipedulikan oleh si penjual. Para penjual banyak yang tak peduli, apakah jajanan yang dijualnya sehat atau  membahayakan kesehatan. Sedikit dari mereka yang memperhatikan soal higenitas makanan/minuman yang dijualnya.
Perhatikan saja. Misalnya yang jualan makanan dan minuman. Makanan terkadang dibiarkan terbuka sehingga dihinggapi lalat. Kalaupun tak ada lalat, debu yang pasti hinggap, apalagi bila jajanan dijual di pinggir jalan. Jajanan yang dijual di sekolah yang berlokasi dekat jalan raya sudah pasti banyak debu campur asap kendaraan bermotor.
Perhatikan juga penjual makanan-minuman yang menggunakan piring, sendok dan gelas. Mereka hanya menyediakan satu atau dua ember air untuk mencuci. Terkadang alat-alat makan dan minum hanya dicelupkan ke ember dan dicuci tanpa sabun, atau kadang air yang digunakan sudah kotor sekali. Atau kadang banyak pedagang yang sehabis memegang uang lalu mengambil makanan-minuman tanpa cuci tangan dulu atau minimal menggunakan sarung tangan plastik. Padahal dari uang itu bisa menjadi sumber kuman penyakit.
Dan tidak sedikit dari oknum pedagang jajanan di sekolah yang lebih parahnya lagi menggunakan bahan pengawet, perasa dan pewarna berbahaya untuk makanan-minuman yang dijualnya. Dalihnya, mereka ingin untung banyak, dan makanan-minuman yang dijual lebih menarik tampilannya. Persaingan dengan banyaknya yang jualan jajanan di sekolah, membuat oknum pedagang melakukan tindakan tidak terpuji dan justru sangat membahayakan kesehatan konsumennya. Bahkan era sekarang ini, narkoba juga mulai merambah ke anak-anak sekolah melalui jajanan seperti permen dan makanan lainnya.

Didik Anak Untuk Tidak Jajan
Kebiasaan jajan pada anak memang susah distop. Apalagi bila sejak kecil (balita) sudah dibiasakan jajan. Perlu pemahaman kepada anak sejak dini untuk tidak membiasakan jajan atau beli jajan sembarangan. Orangtua harus selektif kalaupun mau membelikan jajanan anak. Seyogyanya memang lebih baik menyiapkan bekal makanan-minuman dari rumah untuk dibawa anak ke sekolah. Kebiasaan membawakan bekal makanan-minuman dari rumah bisa dimulai ketika anak mulai masuk pendidikan prasekolah (PAUD/Play Group).
Peran Sekolah
Pihak sekolah juga harus ikut terlibat dalam hal pengawasan jajanan yang dijual di sekitar lingkungan sekolah. Dengan pendekatan, para penjaja/penjual makanan-minuman harus diingatkan soal kebersihan makanan-minuman yang dibuat atau dijajakannya. Bila diingatkan tak bisa, pihak sekolah harus mengingatkan siswanya untuk berhati-hati memilih jajanan. Berikan pemahaman kepada siswa tentang jajanan sehat dan yang berpotensi membahayakan kesehatan yang dijual di lingkungan sekolahnya. Pihak sekolah juga harus melaporkan ke Dinas terkait bila menemukan penjual jajanan pangan yang terindikasi membahayakan kesehatan. Ada baiknya, lakukan pengujian sampel jajanan yang dijual di lingkungan sekolah di laboratorium sekolah masing-masing.
BPOM & Dinas Kesehatan Harus Turun Tangan
BPOM dan Dinas Kesehatan setempat merupakan institusi yang harus respek dengan pengawasan jajanan sekolah. Bila perlu bentuk Satgas Perlindungan dan Pengawasan Jajanan Anak. BPOM maupun Dinas Kesehatan harus turun lapangan melakukan pengecekan sampel makanan-minuman yang dijual di lingkungan sekolah. Para penjual jajanan di sekolah harus didata dan bila harus disurvei atau sidak untuk mengetahui proses pembuatan makanan-minuman yang akan dijual di sekolah. Bila ada yang membandel dengan menjajakan jajanan yang berpotensi membahayakan kesehatan, si pedagang bersangkutan harus diproses hukum untuk pembelajaran dan penyadaran pentingnya jajanan yang sehat.
Dinas Terkait Lain Harus Peduli
Tak hanya Dinas Kesehatan setempat yang harus dilibatkan, peran Dinas terkait lain, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga harus bersama-sama melakukan pendataan dan pembinaan sesuai tupoksinya. Para penjual jajanan di sekolah harus dibina karena mereka juga bagian dari pelaku UKM (Usaha Kecil & Menengah). Apakah ada pembinaan terhadap mereka selama ini? Entahlah.
Bentuk Kader Peduli Jajanan Sehat
Jajanan di sekolah bisa menjadi mesin pembunuh bagi anak kalau tidak dikontrol. Si penjual ada yang tidak tahu apakah jajanannya sehat atau tidak namun ada juga yang nekat mencari untung banyak dengan mengabaikan soal kesehatan makanan yang dijual atau dibuatnya. Mereka tanpa rasa dosa, melakukan perbuatan dengan menggunakan minyak goreng yang sudah berulang kali dipakai, bahan pengawet dan bahan pewarna makanan-minuman yang berbahaya bagi kesehatan. Kader Peduli Jajanan Sehat bisa dibentuk oleh Dinas terkait dengan melibatkan orangtua siswa, guru, masyarakat setempat, termasuk juga penjual jajanan sekolah. Keberadaan Kader tersebut bisa diberdayakan untuk turut serta menyosialisasikan jajanan yang bersih, sehat dan bergizi termasuk saling mengawasi soal jajanan pangan yang dijual di lingkungan sekolah.
Dirikan Kantin Sekolah
Agar anak tidak jajan sembarangan, sekolah juga bisa memfasilitasi dengan menyediakan ruang untuk kantin. Kantin dengan jajanan yang bersih, sehat, bergizi dan murah tentunya. Dengan adanya Kantin Sekolah, rangkul para penjual jajanan namun dengan seleksi terhadap makanan-minuman yang dijual harus bersih, sehat dan juga bergizi.
Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya gangguan kesehatan yang bisa mengancam jiwa anak akibat jajanan tak sehat. Mari peduli dan ingatkan orangtua, anak-anak, pihak sekolah, pihak Dinas/Instansi terkait, masyarakat dan juga para penjual jajanan di sekolah. Ingat, jajanan yang tak sehat bisa menjadi racun pembunuh! Hiii..sungguh ngeri sekali ancaman kepada anak-anak!!!


ARTIKEL KEAMANAN PANGAN

ARTIKEL KEAMANAN PANGAN
Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia. Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Oleh karena itu industri pangan adalah salah satu faktor penentu beredarnya pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Keamanan pangan bukan hanya merupakan isu dunia tapi juga menyangkut kepedulian individu. Jaminan akan keamanan pangan adalah merupakan hak asasi konsumen. Pangan termasuk kebutuhan dasar terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Walaupun pangan itu menarik, nikmat, tinggi gizinya jika tidak aman dikonsumsi, praktis tidak ada nilainya sama sekali.
Keamanan pangan selalu menjadi pertimbangan pokok dalam perdagangan, baik perdagangan nasional maupun perdagangan internasional. Di seluruh dunia kesadaran dalam hal keamanan pangan semakin meningkat. Pangan semakin penting dan vital peranannya dalam perdagangan dunia. Dalam modul ini akan dibahas berbagai aturan yang melingkupi aspek keamanan pangan, analisis bahaya keamanan pangan dan berbagai peluang untuk menguranginya.

Lebih dari 90% terjadinya penyakit pada manusia yang terkait dengan makanan (foodborne diseases) disebabkan oleh kontaminasi mikrobiologi, yaitu meliputi penyakit tipus, disentri bakteri/amuba, botulism, dan intoksikasi bakteri lainnya, serta hepatitis A dan trichinellosis. Foodborne disease lazim didefinisikan namun tidak akurat, serta dikenal dengan istilah keracunan makanan. WHO mendefinisikannya sebagai penyakit yang umumnya bersifat infeksi atau racun, yang disebabkan oleh agent yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dicerna. Foodborne disease baik yang disebabkan oleh mikroba maupun penyebab lain di negara berkembang sangat bervariasi. Penyebab tersebut meliputi bakteri, parasit, virus, ganggang air tawar maupun air laut, racun mikrobial, dan toksin fauna, terutama marine fauna. Komplikasi, kadar, gejala dan waktu lamanya sakit juga sangat bervariasi tergantung penyebabnya.
Patogen utama dalam pangan adalah Salmonella sp, Staphylococcus aureus serta toksin yang diproduksinya, Bacillus cereus, serta Clostridium perfringens. Di samping itu muncul jenis patogen yang semakin popular seperti Campylobacter sp, Helicobacter sp, Vibrio urinificus, Listeria monocytogenes, Yersinia enterocolitica, sedang lainnya secara rutin tidak dimonitor dan dievaluasi. Jenis patogen tertentu seperti kolera thypoid biasanya dianalisa dan diisolasi oleh laboratorium kedokteran. Patogen yang dianggap memiliki penyebaran yang luas adalah yang menyebabkan penyakit salmonellosis, cholera, penyakit parasitik, enteroviruses. Sedangkan yang memiliki penyebaran sedang adalah toksin ganggang, dan yang memiliki penyebaran terbatas adalah S.aureus, B.cereus, C. perfringens, dan Botulism.
Sebagian besar pemerintah berbagai negara di dunia menggunakan deretan usaha atau langkah pengendalian kontaminan pangan melalui inspeksi, registrasi, analisa produk akhir, untuk menentukan apakah suatu perusahaan pangan memproduksi produk pangan yang aman. Masalah utama yang dihadapi adalah tingginya biaya yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang dihadapi dalam melakukan pengendalian. Salah satu sistem baru bagi penjaminan (assuring) keamanan pangan disampaikan tahun 1971 dalam suatu National Conference on Food Protection dengan judul “The Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) System”.
HACCP adalah suatu sistem yang dianggap rasional dan efektif dalam penjaminan keamanan pangan dari sejak dipanen sampai dikonsumsi. HACCP adalah suatu sistem yang mampu mengidentifikasi hazard (ancaman) yang spMesifik seperti misalnya, biologi, kimia, serta sifat fisik yang pencegahan untuk mengendalikan ancaman (hazard) tersebut.


ARTIKEL APA SIIH JAJANAN SEHAT DAN TIDAK SEHAT ITU?

APA SIIH JAJANAN SEHAT DAN TAK SEHAT?

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan jajanan tak sehat itu? Apa iya jajanan tak sehat hanya melulu ditudingkan pada jajanan kaki lima yang kebanyakan diproduksi oleh tenaga-tenaga yang kurang memiliki pengetahuan cukup soal seluk-beluk komposisi makanan sehat bergizi dan kebersihan? Padahal mereka adalah ibu-ibu rumah tangga yang ingin membantu suami menambah penghasilan dan para lelaki yang tak beruntung mendapatkan status lain kecuali sebagai pedagang emperan. Kalau kata orang Medan, pedagang ecek-ecek.
Jajanan sehat dan jajanan tak sehat sebenarnya tak gampang dikenali hanya berdasarkan lokasi. Kantin yang resmi dikelola dan dipantau oleh pihak sekolah maupun perusahaan, tetap memiliki peluang yang sama untuk dicemari jajanan tak sehat. Tak adanya pembinaan dan pemantauan yang kontinyu akan memudahkan jajanan tak sehat mampir ke lidah anak-anak, bahkan kita yang orang dewasa. Begitu juga dalam acara arisan, pengajian, rapat dan pertemuan-pertemuan resmi. Tetap saja kemungkinan itu ada. Meski tak sebesar jajanan pinggir jalan, yang dari sisi penyajiannya saja sudah tak sehat. Diletakkan di tempat terbuka, mengundang lalat dan serangga lainnya, juga debu, asap knalpot dan sebagainya.
Lantas, seperti apa sih jajanan sehat itu?
Menurut pakar-pakar kesehatan, semestinya jajanan untuk anak itu memiliki komposisi gizi yang baik dan berimbang. Selain juga tak mengandung bahan pengawet, pewarna buatan dan bahan tambahan yang tak diperlukan, misalnya; perasa instan. Masih ditambah dengan kebersihan dalam proses pengolahan dan kebersihan bahan. Banyak, kan?
Terus, bagaimana cara menjaminnya? Apa iya jajanan yang dijual di swalayan atau yang digembar-gemborkan dalam tayangan iklan di televisi dan media cetak benar-benar sudah memperhatikan takaran jajanan sehat itu? Belum tentu. Iklan jajanan terkadang malah menampilkan makanan tak penting yang jauh dari sehat, seperti permen beraneka warna yang jejak warnanya melekat lama di lidah anak.
Toh, kita tak mungkin juga senantiasa hidup dalam kecurigaan tingkat dewa dan memberlakukan rambu-rambu stop jajan di segala lini untuk anak-anak. Yang ada anak-anak malah akan melakukan unjuk rasa mogok makan. Hadeeuuh..
Memperkenalkan anak pada jajanan sehat dan ciri-cirinya jauh lebih penting daripada menceramahi mereka untuk hidup sehat tanpa jajan. Karena walaupun emaknya di rumah jago masak dan setiap hari membuatkan beragam camilan sehat, yang namanya anak-anak tetap saja ingin jajan seperti teman-temannya. Apalagi kalau jajanan itu diiming-imingi dengan hadiah mainan, bahkan uang seribu dua ribu dalam kemasan. Siapa yang tak mau? Emaknya juga ngiler.. Tak dikasih uang jajan sama emak, minta sama bapak. Tak dapat dari keduanya, minta ke nenek, paman, tante, bahkan tetangga.
Ciri-ciri jajanan sehat antara lain disebutkan dalam berbagai artikel kesehatan, jajanan yang tak memiliki warna mencolok, manis-asam-gurih berlebihan, dikemas dalam kemasan plastik yang aman ( bahan polyethylene (PE) dan polypropilene (PP) yang berwarna bening/tidak keruh) dan memiliki izin dari BPOM. Perhatikan pula komposisi kandungan bahannya. Untuk kebersihan pengolahan bahan
sudah barang tentu tak bisa dilihat langsung. Tapi menurut saya, salah satu penjaminnya adalah identitas produsen jajanan, lengkap dengan alamatnya. Ini akan memudahkan penelusuran sejauhmana keamanan produk yang mereka hasilkan.
Tak Hanya Makanan Kemasan
Siapa bilang makanan kemasan saja atau jajanan pasar di emperan yang patut diwaspadai? Temuan BPOM yang diungkap belum lama ini justru menyebutkan, minuman es yang dijual di sekolah-sekolah menjadi penyuplai bakteri dan mikroba terbesar dibanding makanan. Umumnya disebabkan kondisi air yang digunakan untuk pembuatan es kurang steril dan juga bongkah es yang tak diperuntukkan bagi konsumsi tubuh. Es-es balok untuk pendingin ikan, misalnya, yang berpindah dari satu tangan ke banyak tangan lainnya, sekarang banyak dipakai langsung oleh para penjual minuman.
Menyedihkan, bukan? Berarti cukup banyak hal yang menyebabkan makanan/minuman yang dijual sebagai jajanan anak itu, tidak benar-benar dalam kondisi bersih dan menyehatkan.
Membawa bekal dan sejumlah antisipasi diatas tentu saja harus selalu dilakukan. Namun yang paling penting adalah peran pihak sekolah untuk mengatur, membina dan mengawasi lalu-lintas jajanan di wilayahnya. Bisa juga dengan melakukan beberapa kebijakan yang diterapkan beberapa sekolah dasar, seperti; menitipkan uang jajan anak kepada guru dan melibatkan guru untuk ikut memilih dan mendampingi anak saat jajan (biasanya ini diberlakukan sekolah swasta unggul) dan memperhatikan menu bekal yang dibawa anak dari rumah. Bekal setiap hari tapi kalau terus-terusan mi instant dan makanan siap saji yang dibekukan berbulan-bulan, tetap saja tak sehat namanya.
Yuk, kita kampanyekan gerakan jajanan sehat di sekolah, lingkungan perumahan bahkan lingkungan kerja. Agar para penjual makanan itu juga diajarkan untuk lebih bertanggung jawab atas pilihan mata pencahariannya.

http://www.artikeljajanansehat.co

ARTIKEL ANAK BIJAK PILIH JAJANAN SEHAT

ANAK BIJAK PILIH JAJANAN SEHAT

Anak-anak biasanya mudah tergoda dengan camilan atau jajanan dengan kemasan yang menarik, apalagi bila harganya sesuai dengan kantong mereka. Namun, apakah mereka sadar bahwa tak semua makanan yang biasa mereka temnui di sekolah sehat untuk dimakan?

Terlebih dengan semakin maraknya peredaran makanan dan minuman yang mengandung bahan seperti zat pengawet dan pewarna yang membahayakan kesehatan. Jajanan berbahaya ini kerap kali kita jumpai di sekolah-sekolah dan tak semua anak mengetahui dan menyadari akan bahaya tersebut.
Maka itu di sinilah pentingnya peran orang dewasa dalam mengedukasi anak - anak tentang jajanan sehat. Tak hanya orang tua di rumah, tapi juga pihak sekolah seperti guru dan petugas kantin. Orang tua biasanya akan melakukan pencegahan dengan memberikan bekal makanan kepada anaknya, seperti Tusita Mettadevi Suprapto, 12, yang mengaku sang ibu selalu memberikan ia bekal untuk di sekolah. Salah satu finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2011 bersama Clevo ini bertutur, "Ada sih yang jualan jajanan di sekolah, tapi aku bawa bekal. Kalau mau jajan aku biasanya jajan biskuit atau susu."

Saat ditanya tentang jajanan sehat, gadis berambut pendek ini dengan polos berujar, "Jajanan sehat itu makanan yang tidak memakai pewarna, bersih, dan dalam keadaan tertutup." Maka itu, ia berasumsi jajanan kaki lima yang biasa ia temui di depan sekolahnya tidaklah sehat karena kebanyakan dijual tanpa kemasan dan dibiarkan terbuka.

"Kebanyakan jajanan dibuka, makanya aku jarang jajan di luar, mendingan ke kantin."

Hal serupa diutarakan dua finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2011 bersama Clevo lainnya saat berkunjung ke Wisma Garuda Food di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (10/3). Masayu Amira Dhiya Nabila, 12, yang jago story telling mengaku, "Aku suka jajan di sekolah, tapi enggak suka jajan yang di luar sekolah, aku lebih suka jajan di kantin." Si perenang Andreas Budiarto, 12, malah mengaku kapok jajan sembarangan. "Soalnya bekalnya cukup lagian saya nggak suka dengan jajan di luar sekolah. Saya pernah coba jajan di kaki lima, tapi langsung sakit langsung sakit."

Marketing Manajer Garuda Food Martinus Rezal mengutarakan, "Kami sebenarnya turut prihatin dengan banyaknya jajanan yang tidak sehat. Terlebih anak-anak kan tidak tahu jajanan mana yang baik dan mana yang mesti dihindari karena memang tak ada label atau keterangan tentang hal itu dalam kemasannya." Menurutnya, anak-anak biasanya akan memilih makanan yang enak, menarik, dan sesuai dengan kantong mereka.

Sebagai produsen makanan dan minuman untuk anak-anak, Garuda Food pun tak berdiam diri. Martinus menjelaskan pihaknya telah melakukan edukasi melalui beberapa program yang intinya memberi tahu anak-anak agar lebih bijak dalam memilih jajanan, Tak hanya anak, tapi termasuk pihak kantin sekolah. "Jangan hanya mengutamakan keuntungan, tapi semestinya juga lebih bertangung jawab atas makanan yang tidak dan boleh dijual karena mereka pastinya lebih tahu," kata Martinus

Martinus lalu memaparkan tidak semua bahan berpengawet itu membahayakan, ada bahan pengawet terkadang diperlukan dalam pengemasan sebuah produk makanan. Tapi, tak disangkal, memang ada beberapa pihak yang lepas kontrol terutama industri-industri yang tidak terpantau oleh pemerintah dalam hal ini Badan POM. "Ada juga yang mungkin belum paham mengenai prosedur pemakaian bahan pengawet. Maka itulah, kami melakukan edukasi terutama kepada anak-anak agar bisa memilih jajan yang sehat."

Sumber: mediaindonesia.com - See more at: http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/kesehatan/anak-bijak-pilih-jajanan-sehat.html#sthash.aJmOCfwp.dpuf

05 / 08 / 2014 KEGIATAN K1 PENYULUHAN ANGGOTA KKN POSDAYA T - SOLID DI SDN KEPADANGAN II TENTANG BAHAYA MAKANAN BERPENGAWET, 4 SEHAT 5 SEMPURNA, GIZI YANG BAIK SERTA KEAMANAN PANGAN


KEGIATAN K1 OLEH TIM KKN T-POSDAYA SOLID "8" UMSIDA
PENYULUHAN KEAMANAN JAJANAN PANGAN 
SISWA - SISWI SDN KEPADANGAN II KECAMATAN TULANGAN
(BAHAYA MAKANAN BERPENGAWET, 4 SEHAT 5 SEMPURNA, 
GIZI DAN KEAMANAN PANGAN)


Selasa, 05 Agustus 2014 tim KKN  T-POSDAYA SOLID 8 yang terdiri dari Achmad Yunus, Linda Wulandari dan Dwi Safitri melakukan kegiatan yang merupaka program utama tema kkn kami yaitu tentang keamanan pangan jajanan anak sekolah. Tujuan dari kegiatan ini antara lain mensosialisasikan tentang keamanan pangan, gizi, bahaya makanan berpengawet serta cakupan 4 SEHAT 5 SEMPURNA kepada siswa - siswi SDN Kepadangan II agar para siswa - siswi dapat belajar sejak dini untuk mengenal makanan yang layak untuk dimakan dan makanan yang kurang layak untuk di makan. Tim kami berkumpul pada lokasi kejadian pada pukul 08:00 dan kami mensosialisasikan sebelum POSDAYA PENYULUHAN KKN SOLID ini jadi atau di resmikan. Kami berharap melalui program penyuluhan ini mendapatkan sambutan yang positif oleh warga sekolah SDN Kepadangan II dan kami berencana untuk membangun sebuah kantin sederhana berupa meja dan kursi serta tutup makanan untuk di jadikan kantin sehat buat anak - anak Sekolah SDN Kepadangan II Kecamatan Tulangan.


Dwi Safitri menyampaikan tentang dampak dari makanan berpengawet terhadap kesehatan anak. Seringkali penjual keliling di halaman sekolah berjualan dengan semaunya sendiri tanpa memperdulikan jenis makanan apa yang mereka jual ke anak anak SD. Melalui observasi tadi pagi kami menemukan beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh penjual. Beberapa di antaranya sudah kami jelaskan pada postingan sebelumnya. Salah satunya adalah bekas minyak goreng, bumbu saos serta serbuk merah yang ceritanya berbahaya jika di konsumsi dalam jangka waktu yang lama.


Tim kami juga menjelaskan tentang berbagai jenis jajanan yang dijual umum di sekolah seperti pentol, cilok, batagor, cimol, cireng, sosis, makanan kemasan, es wawan, ataupun sejenis makanan ringan lainnya yang masih memerlukan perhatian khusus untuk keamanannya.

Gizi yang baik untuk anak anak Sekolah Dasar adalah mencakup 4 SEHAT 5 SEMPURNA serta gizi yang seimbang.

4 SEHAT 5 SEMPURNA yang terdiri dari zat pengatur, zat pembangun dan zat tenaga kami jelaskan secara detail pada anak - anak Sekolah Dasar SDN Kepadangan II Kecamatan Tulangan.

Achmad Yunus merincikan jenis - jenis makanan yang termasuk ke dalam 3 zat yang ada di dalam cakupan 4 SEHAT 5 SEMPURNA.



Makanan 4 SEHAT 5 SEMPURNA adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin. Paling tidak, dalam sehari kita perlu memperhatikan makanan yang mengandung makanan 4 sehat 5 sempurna itu. Contoh makanannya bisa seperti nasi, sayuran, daging/ikan, buah2an, dan kalau mau bisa ditambahkan dengan susu. Diusahakan juga pengolahan sayur jangan terlalu lama supaya tidak menghilangkan kadar vitaminnya.
Kalau kita bisa mempraktekkan pola makan 4 sehat 5 sempurna, yakin bisa memperoleh kondisi badan yang sehat. Tapi memang perlu diimbangkan dengan olah raga dan minum air putih yang banyak.
Pola makan yang tidak 4 sehat 5 sempurna, misalnya makan nasi + mie. Ini adalah jenis makanan yang sama2 mengandung karbohidrat. Kalo terus2an makan makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat tanpa diimbangkan dengan vitamin, mineral dan olah raga, malah bisa menyebabkan kegemukan.



Untuk berikutnya adalah mengenai keamanan pangan. Ada 5 kunci keamanan pangan antara lain :
  1. Jagalah Kebersihan
  2. Pisahkan yang mentah dengan yang matang
  3. Masaklah dengan benar
  4. Jagalah pangan dalam suhu aman
  5. Gunakan air dan bahan baku yang aman.




PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN, BAHAYA MAKANAN BERPENGAWET, 4 SEHAT 5 SEMPURNA, GIZI YANG BAIK DAN KEAMANAN PANGAN


                                      GIZI YANG BAIK UNTUK ANAK USIA DINI  



http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/9/95/Nutritionpyramidgede.jpgGizi seimbang adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Para pakar gizi yang bergabung dalam Yayasan Institut Danone Indonesia (DII) bersama para penulis dari Tabloid Nakita (Kompas-Gramedia), mengadaptasi piramida sesuai dengan budaya Indonesia, dalam bentuk tumpeng dengan nampannya yang untuk selanjutnya akan disebut sebagai “Tumpeng Gizi Seimbang” (TGS).* TGS dirancang untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayi, balita, remaja, dewasa dan usia lanjut), dan sesuai keadaan kesehatan (hamil, menyusui, aktivitas fisik, sakit).   Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) menggambarkan 4 prinsip Gizi Seimbang (TGS) meragakan 4 prinsip Gizi Seimbang (GS): aneka ragam makanan sesuai kebutuhan, kebersihan, aktivitas fisik dan memantau berat badan ideal. TGS terdiri atas beberapa potongan tumpeng: satu potongan besar, dua potongan sedang, dua potongan kecil, dan di puncak terdapat potongan terkecil. Luasnya potongan TGS menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang per hari. TGS yang terdiri atas potongan-potongan itu dialasi oleh air putih. Artinya, air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif.  Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) menggambarkan 4 prinsip Gizi Seimbang (TGS) meragakan 4 prinsip Gizi Seimbang (GS): aneka ragam makanan sesuai kebutuhan, kebersihan, aktivitas fisik dan memantau berat badan ideal. TGS terdiri atas beberapa potongan tumpeng: satu potongan besar, dua potongan sedang, dua potongan kecil, dan di puncak terdapat potongan terkecil. Luasnya potongan TGS menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang per hari. TGS yang terdiri atas potongan-potongan itu dialasi oleh air putih. Artinya, air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif.                                                                                                                                                                                                                                         
                                                                                                 





BAHAYA MAKANAN BERPENGAWET


Makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya semakin banyak ditemukan. Bahkan bahan makanan yang seharusnya tidak diberi bahan pengawetpun saat ini semakin banyak saja yang ternyata mengandung bahan pengawet berbahaya, ambil contoh saja mi basah, tahu, ikan, ayam, bakso dan masih banyak yang lain. Kurangnya pengetahuan dan informasi tentang makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya membuat para konsumen justru salah pilih. Karena bahan makanan yang diberi bahan pengawet biasanya akan terlihat lebih menarik.Tim kami mencoba memberikan kesadaran dan menumbuhkan kesadaran ini pada siswa - siswi SDN Kepadangan II Kecamatan Tulangan.



Apabila bahan berpengawet itu digunakan namun didalam penggunaannya harus sesuai dengan takaran yang dibenarkan. Jika dikosumsi dalam waktu yang lama, akumulasi bahan tersebut tetap rawan menimbulkan gangguan kesehatan. Terlebih, ada beberapa pengawet yang statusnya masih syubhat seperti nisin dan potasium nitrat. Hal ini terkait dengan media fermentasi dan asal bahannya.
Ada juga bahan pengawet yang dilarang karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti: formalin dan borak. Sayangnya kedua bahan di atas masih sering digunakan pada produk-produk home industri seperti tahu, mie, mengawetkan ikan, daging, buah, dan sayuran dengan kadar yang tak terkontrol. Para nelayan misalnya, tidak sedikit memilih menggunakan formalin dari pada es batu karena faktor murah dan praktis. Buah-buahan di supermarket juga rawan formalin (bahan pengawet).
Padahal formalin atau borak dapat menimbulkan gangguan hati, jantung, pencernaan, kanker dan ginjal dan lainnya. Pada dosis cukup tinggi, pengawet ini bisa mengakibatkan, pusing, mual, dan muntah, mencret, kram perut, kejang, depresi susunan saraf dan gangguan peredaran darah. Dalam dosis kecil, pengawet akan diserap tubuh dan efeknya baru akan dirasa setelah akumulasi (jumlah) pengawet dalam tubuh tinggi. Kadar formalin hingga 60% bisa dikurangi dengan cara meredam dengan air, air leri (perasan beras) atau air garam selama 1 jam. 

Kurang lebih sekitar 2 jam kita keliling 3 kelas untuk menyampaikan sosialisasi ini dan pada akhir sosialisasi kami selalu memberikan kuis berupa pertanyaan dan yang bisa menjawab kami kasih hadiah sebuah ala - alat tulis untuk anak anak sekolah SDN Kepadangan II.
 

Adapun galeri foto lain - lain terkait kegiatan di atas antara lain :





Kampus I : Jl. Mojopahit 666B, Sidoarjo
Kampus II : Jl. Raya Gelam 250, Candi, Sidoarjo
Kampus III : Kompleks Perumahan IKIP V/1 Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya
Kampus IV : Jl. Raya Sumorame, Wonoayu, Sidoarjo